Pemilu Australia 2 Juli 2016: dengan bahasa sederhana.

Panduan Ringkas bagi yg sudah citizen tanggal 2 Juli 2016 nanti.

Pemilu kali ini termasuk pemilu istimewa, karena adalah hasil dari “double dissolution”.

Double dissolution adalah proses permintaan dari kepala pemerintah (PM) kepada Gubernur Jendral (kepala negara) untuk membubarkan Parlemen, baik “House of Representatives” atau lower house dan “Senate” atau upper house. Double Dissolution terakhir terjadi tahun 1987.

Lower house adalah kawah candradimuka pemerintahan. Tempat para MP. Tempat pemegang kekuasaan/pemerintah. Kalau ke Canberra trus ke parliament house, biliknya bernuansa hijau pudar.

Sedangkan Upper house adalah tempatnya para Senator (Perwakilan Daerah). Fungsinya secara sederhana adalah sebagai kontrol keputusan perundang-undangan yang dihasilkan di lower house. Senate bisa me-reject atau mengamandemen (merubah) RUU yang dihasilkan lower house. Biliknya berwarna merah maroon dangdut kalau jalan-jalan ke parliament house.

Kenapa terjadi double dissolution tahun ini? Pemerintah berkuasa (Turnbull cs) sebal dengan senate yang sering tidak “kooperativ” / sering tidak meluluskan perundang2an. Oleh sebab itu, dengan double dissolution diharapkan yang duduk di senate akan diisi dengan muka-muka baru. Jika setelah pemilu produk RUU nya masih macet, maka Gubernur jendral akan memanggil semua MP dan Senator untuk duduk satu ruangan mem-vote RUU yang macet (join sitting).

Apa perbedaan pemilu double dissolution dengan pemilu biasa? Dalam pemilu Double Dissolution, semua senate harus dipilih ulang. Pada pemilu biasa, cuma 1/2 dari senate yang dipilih ulang karena senator itu masa baktinya 6 tahun (sedangkan pemilu biasa 3 tahun-an).

Siapa yang memimpin pemerintahan jika House of Representatives (lower house) dibubarkan? Tetap PM yang berkuasa (Turnbull). Tetapi dia tidak boleh mengambil keputusan strategis yang menguntungkan dia setelah pemilu.
Panduan umum Koalisi (liberal cs) vs Labor.

Liberal cs: menganut liberalism secara umum. Sayap kanan. Pro ke private enterprise. International policy: suka ikut terlibat perang. Ideologinya di sisi ekonomi: Full men-support swasta/corporate. Korporasi dibuat tumbuh dengan dipotong pajaknya (dengan pajak lebih kecil, perusahaan akan lebih berkembang). Konsekuensinya: pendapatan pemerintah akan berkurang (karena pemasukan pajak lebih sedikit). Kalau pemerintah kurang pemasukan apa efeknya? Subsidi banyak dipotong. Mahasiswa/imigran tentu kurang suka 🙂 karena subsidi berkurang.
Labor: sederhananya lebih menganut socialism. Sayap kiri. Pro ke labor/union. Ideologinya di sisi ekonomi: Penguatan ke kaum buruh (baca: banyak subsidi). Dari mana datangnya subsidi? Sebagian besar ya dari pajak. Siapa yang kena imbas pajak lebih besar? Korporasi. Mahasiswa/imigran biasanya suka kalau dapat banyak subsidi 🙂
Apakah kebijakan ekonomi labor lebih baik dari liberal cs? Belum tentu. Jangan mentang-mentang sering dapat subsidi kebijakan ekonominya lebih baik 🙂
Masing-masing ideologi ekonomi punya merit masing-masing. Liberal cs mengharapkan dengan korporasi berkembang, lapangan pekerjaan lebih banyak, ujung-ujungnya perekonomian berputar.
Sedangkan untuk Labor: subsidi bukanlah sesuatu yang murah. Subsidi itu bukan duit datang dari langit. Jeleknya kebanyakan subsidi adalah jebolnya/bablasnya anggaran belanja. Dan itu dibuktikan dari surplus anggaran jaman Howard ke defisit anggaran jaman Rudd dan Gillard.

Defisit anggaran, dalam jangka panjang bisa berdampak buruk buat perekonomian secara umum. Mana yang lebih baik tawaran agenda ekonominya? Istikhoroh sajalah 🙂

Word: Cak Novil

Image: google image

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s